Gonjang-Ganjing Menyongsong Kenaikan Harga BBM

Hari-hari menjelang di-gedok-nya palu pemerintah, menandai dimulainya babak baru harga BBM semakin dekat. Namun penantian itu justru membuat resah sebagian masyarakat. Betapa tidak mereka harus rela mengantre di SPBU demi mendapatkan beberapa tetes premium untuk menyegarkan tenggorokan kendaraan mereka guna menjalankan aktifitas sehari-hari. Belum lagi anak-anak sekolah yang terancam terlambat masuk hanya karena ngantre premium. Siapa yang bertanggung jawab atas semua itu ?

Ditambah lagi dengan para pengecer bensin yang ngantree jerigen. Antrean ini bisa mencapai 100 meter dan bahkan 1 km. Kenyataan ini selalu kita dapati saat pemerintah memberikan sinyal-sinyal akan menaikkan harga BBM. Yang ironis adalah bahwa seringkali Isu kenaikan harga BBM ini menguntungkan beberapa pihak yang salah satunya adalah pengecer yang dengan sengaja menimbun BBM tersebut untuk kemudian dijual saat harga BBM sudah diresmikan “naik”. Ada juga yang tetap menjual BBM tersebut namun dengan harga kisaran Rp. 7000 (premium), dengan alasan untuk mendapatkannya saja, mereka harus antre mulai tengah malam.

Memang kenyataan di lapangan, meskipun beberapa pihak telah membatasi atau bahkan melarang pembelian memakai jerigen, masih banyak kita lihat SPBU yang masih tetap melayani pembelian memakai jerigen. Yang menarik adalah bahwa meskipun pembelian memakai jerigen telah dilarang, mereka (pengecer) mempunyai strategi untuk mendapatkan BBM. Salah satu triknya adalah dengan antre memakai motor yang mempunyai tangki besar, kemudian setelah terisi disedot ke jerigen untuk kemudian antre lagi. Yang ironis, petugas SPBU tetap melayani meskipun mereka tahu bahwa orang tersebut baru saja antre.

Menyaksikan hiruk pikuknya antrean BBM tersebut, ada banyak pihak yang menyarankan pemerintah untuk segera menggedok palu kenaikan harga BBM. Hal ini dimaksudkan untuk menanggulangi kelangkaan BBM yang diborong oleh pengecer untuk kemudian ditimbun.

Siapa yang bertanggung jawab jika banyak Guru yang telat ngajar hanya karena antre BBM? Siapa yang bertanggung jawab kalau banyak siswa  terlambat sekolah karena antre BBM? dan siapa yang bertanggung jawab jika banyak aktifitas pemerintahan yang mandeg hanya karena kelangkaan BBM? Anda semua pasti bisa menjawabnya…. 

Satu Tanggapan to “Gonjang-Ganjing Menyongsong Kenaikan Harga BBM”

  1. sufimuda Says:

    hidup makin susah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: